Majas Asosiasi

Majas Asosiasi, Pada kesempatan kali ini akan membahas majas asosiasi beserta dengan hal yang berkaitan didalamnya.

Untuk itu marilah simak beberapa pembahasan mengenai majas lainnya.

Berikut penjelasan majas asosiasi lengkapnya dibawah ini.

Pengertian

Majas Asosiasi

Majas Asosiasi (majas perumpamaan) adalah sebuah ungkapan gaya bahasa yang menjelaskan makna suatu hal dengan cara membandingkan dengan obyek lainnya yang mempunyai persamaan sifat tertentu.

Meskipun kedua hal tersebut sangatlah berbeda dalam hal lainnya.

Tujuan

Majas ini termasuk dalam kategori majas perbandingan yang menjelaskan makna kata dengan cara membandingkannya terhadap sesuatu yang lain dengan tujuan memberikan kesan tertentu terhadap pembaca.

Majas ini lazimnya memakai kata seperti : bagaikan, bagai, seperti, seumpama, laksana, dan lainnya pada penerapannya dalam kalimat.

Ciri – Ciri

Ciri majas ini adalah penggunaan kata bak, seperti, laksana dan sebagainya. Majas ini hampir mirip dengan majas simile.

Perbedaannya, majas asosiasi tidak dijelaskan secara eksplisit seperti majas simile. Maknanya implisit maka penafsiran satu orang dan orang lain bisa berbeda.

Contoh Majas Asosiasi

  1. Menemukan cinta sejati itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
  2. Aku dan dia ibarat langit dan bumi.
  3. Belajar saat mengantuk bagai menggambar di permukaan air.
  4. Pelukan ibu seperti hangatnya matahari.
  5. Matanya indah seperti bintang kejora.
  6. Atlit maraton itu larinya seperti kuda.
  7. Wajahnya yang pucat bagiakan sebuah mayat yang terbujur kaku.
  8. Bibirmu yang indah seperti bunga mawar yang merah merona.
  9. Hati wanita sangatlah rapuh bagaikan sebuah kaca yang sangat tipis.
  10. Melihat wajahmu membuat aku teduh bagai minum air di tengah teriknya matahari.

Contoh 2

  1. Jangan berdiam di rumah seperti terkurung dipenjara saja.
  2. Gelagatmu itu menunjukkan ada udang dibalik batu.
  3. Jadilah orang yang punya prinsip, jangan seperti air di daun talas.
  4. Anak itu cepat sekali berhitung seperti kalkulator.
  5. Hadirnya seorang guru, bagaikan sebuah pelita dalam kegelapan.
  6. Sia-sia saja berbicara kepadanya, seperti berkata kepada sebuah tembok.
  7. Pertama kalinya aku melihatmu, kamu itu bagaikan bidadari yang turun dari langit.
  8. Anak itu pintar sekali otaknya encer seperti air.
  9. Kapan terakhir kali kau keramas? rambutmu kaku seperti sapu ijuk.
  10. Perutku sudah sangat kenyang bagaikan air yang memenuhi sebuah ember.

Contoh 3

  1. Jangan bersikap keras seperti batu.
  2. Lihatlah kedua orang itu bagaikan pinang dibelah dua.
  3. Cintaku padamu bak telur diujung tanduk .
  4. Pinjaman hutang rentenir itu bak tali melilit leher .
  5. Anggota DPR sekarang bak kacang lupa kulitnya , yang tidak mengingat janji nya dulu kepada rakyat.
  6. Perkataan orang itu seperti tong kosong nyaring bunyinya.
  7. Sehari tak membuka smartphone ibarat sayur tanpa garam.
  8. Pandanganya tajam seperti silet saat dia menatapku .
  9. Ardi ingin menjadi pilot dengan bermodalkan tekatnya yang seperti bara api .
  10. Kecanggihan peralatan modern sekarang bagaikan sihir yang bisa melakukan segala hal.

Demikian pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru untuk anda semua.

Baca Juga :

close