Majas Eufemisme

Majas Eufemisme adalah termasuk dalam majas perbandingan. Majas Eufemisme yaitu gaya bahasa yang mengganti ungkapan yang dianggap kurang baik dengan ungkapan yang lebih halus (sopan).

Jadi dalam eufemisme adanya pergantian dalam percakapan dari kurang sopan menjadi lebih sopan.

Dengan gaya bahasa eufemisme, pembicara dapat menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

Hal-hal yang bisa merusak hubungan baik dalam masyarakat karena perkataan tabu akan dapat dihindari karena eufemisme dapat menggantikannya.

Tujuan Dan Fungsi

Majas Eufemisme

Tujuan utamanya tentu untuk menghormati lawan bicara agar tidak merasa direndahkan dengan penggunaan istilah yang ada.

Maka majas jenis ini sering digunakan dalam kegiatan dan/atau dokumen resmi. Jadi bisa diringkaskan bahwa majas ini mempunyai 2 fungsi khusus, adalah :

  • Dapat lebih memperhalus sebuah ungkapa, majas ini biasanya sering digunakan tak hanya dalam percakapan sehari-hari namun juga pada hal-hal lainnya.
  • Memberikan suatu penghormatan terhadap lawan bicara agar tidak merasa direndahkan dengan penggunaan istilah yang ada. Oleh karenanya majas jenis ini sering digunakan dalam kegiatan atau dokumen resmi.

Contoh Majas Eufemisme

  1. Tentara itu gugur dalam medan perang. ( gugur = mati )
  2. Pegawai PNS yang tidak disiplin dirumahkan oleh bapak bupati . ( dirumahkan = dipecat )
  3. Bapak itu diberhentikan setelah melanggar peraturan perusahaan . ( diberhentikan = dipecat )
  4. Pasien di rumah sakit itu mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah . ( pasien = orang sakit )
  5. Masyarakat ekonomi kelas atas wajib membayar pajak . ( ekonomi kelas atas = kaya )
  6. Kamar kecil ini sangat bau . ( Kamar kecil = WC )
  7. Keluargaku kurang mapan maka mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah . ( kurang mapan = miskin )
  8. Bapak itu pergi ke paranormal untuk meminta bantuan . ( paranormal = dukun )
  9. Adi mengundurkan diri dari perusahaan karena merasa tidak cocok. ( mengundurkan diri = keluar dari pekerjaan )
  10. Saudara kami amankan ke kantor polisi . ( amankan = tangkap )

Contoh 2

  1. Orang itu telah meninggal . ( Meninggal = mati )
  2. Tuna netra itu berjalan menggunakan tongkat . ( tuna netra = buta )
  3. Di lampu merah kita bisa menemui tuna wisma . ( tuna wisma = gelandangan )
  4. Sejak kecil dia tidak pernah sekolah sehingga dia menjadi tuna aksara . ( tuna aksara = buta huruf )
  5. Walau hanya dengan satu tangan , tuna daksa itu tetap semangat berkerja . ( tuna daksa = cacat tubuh )
  6. Anak tuna ganda itu masuk ke sekolah luar biasa . ( tuna ganda = penderita cacat lebih dr satu kecacatan yaitu cacat fisik dan mental )
  7. Orang Tuna busana itu melewati pasar tanpa rasa malu. ( tuna busana = tidak memiliki pakaian )
  8. Anak tuna grahita itu tidak bisa masuk ke sekolah biasa. ( tuna grahita = cacat pikiran )
  9. Teman sebangku aku kurang pintar sehingga dia harus tidak naik kelas. ( kurang pintar = bodoh )
  10. Ari askara dibebastugaskan dari PT Garuda karena menyelundupkan barang ilegal . ( dibebastugaskan = dipecat )
  11. Menjadi pramuniaga harus kuat fisik melayani pembeli . ( Pramuniaga = penjaga toko )
  12. Kamu bisa buang air kecil di minimarket itu . ( buang air kecil = kencing )
  13. Aku sudah menjadi tuna karya sejak lulus sekolah . ( tuna karya = tidak memiliki pekerjaan )
  14. Orang tuna laras itu berani audisi nasional tanpa rasa malu . ( tuna laras = cacat suara dan nada )
  15. Kita harus menggunakan bahasa isyarat untuk mengobrol dengan orang tuna rungu. ( tuna rungu = tidak bisa mendengar )
  16. Pak agus termasuk keluarga dengan ekonomi kebawah . ( ekonomi kebawah = miskin )
  17. Perempuan tuna susila itu ditangkap satpol pp . ( tuna susila = pelacur )
  18. Tuna wicara itu harus menuliskan untuk berbincang kepada orang lain . ( tuna wicara = bisu )
  19. Untuk menjadi pramusaji di kapal pesiar, kamu harus mendapatkan sertifikat memasak terlebih dahulu. ( pramusaji = juru masak )
  20. Toilet itu tidak bisa digunakan untuk buang air besar. ( buang air besar = berak )

Contoh 3

  1. Oknum polisi itu diberhentikan dengan tidak hormat karena telah mencemarkan nama baik institusi dengan berbuat beberapa pelanggaran (diberhentikan = dipecat).
  2. Dalam dunia kesehatan, konsumen jiwa sehat di RSJ Tataan, diperlakukan sangat baik untuk menjaga agar emosi nya tetap stabil. (konsumen jiwa sehat = orang gila).
  3. Dokter spesialis saraf itu merawat banyak pasien di rumahnya. (pasien = orang sakit).
  4. Pak Sueb meminta izin untuk ke belakang di tengah tengah berjalannya ke Bandung. (ke belakang = ke kamar mandi).
  5. Setelah kecelakaan pada bus kemarin, ia dirawat cukup lama karena itu mendadak ia menjadi tunawicara. (tidak bisa berbicara)
  6. Karena bingung dan putus asa tidak dapat pekerjaan dimana-mana, akhirnya Marni memutuskan berprofesi sebagai perempuan tuna susila. (pekerja seks komersial)
  7. Sementara ini keluarga bibi akan tinggal bersama kita, bantulah pamanmu yang kini telah menjadi tunawisma. (tidak memiliki tempat tinggal)
  8. Karena tuntutan ekonomi, Clara terpaksa menjadi wanita tunasusila di kota. (pekerja seks komersial)
  9. Aku relakan diriku menjadi pramusaji di tempat seperti, asalkan adik-adikku bisa tetap melanjutkan pendidikan. (pelayan rumah makan)
  10. Evan meminta ijin untuk ke belakang di tengah-tengah berjalannya seminar. (ke kamar mandi).

Demikian pembahasan lengkap tentang Majas Eufemisme : Pengertian, Fungsi, Tujuan Dan Contohnya semoga bisa bermanfaat untuk anda semua.

Baca Juga :

close