Pantun Bersajak AB AB

Pantun Bersajak AB AB, Pada perjumpaan ini membahas materi makalah tentang Pantun yang khusus menggunakan sajak AB AB.

Dibahas secara lengkap dan mudah dimengerti.

Pantun adalah salah satu karya sastra yang mirip dengan karya puisi lama dengan pola berbait dan bersajak.

Dan sajak dalam pantun dapat berupa AA AA atau AB AB.

Pengertian Pantun AB AB

Pantun Bersajak AB AB

Pantun AB AB adalah pantun yang berisikan pantun yang pada baris pertama akhirannya (A) sama dengan baris ketiga.

Begitu pun dengan baris ke dua (B) juga akhirannya sama dengan baris ke empat.

Baca Juga : Pantun Pernikahan

Contoh Pantun Bersajak AB Ab

Adapun contoh pantun bersajak AB AB yakni sebagai berikut :

Pantun Belajar

Pantun belajar

Pohon roboh cepat menghindar,
Akan ada lagi pohon yang roboh.
Siapa tak mau sabar belajar,
Sabar dia untuk menanggung bodoh.

Karena cemara tanam berjajar,
Jalan besar seperti terbelah.
Karena Allah aku belajar,
Niat tulus jangan tersalah.

Pergi ke desa jalan memutar,
Jalan setapak berliku – liku.
Siapa ingin bertambah pintar,
Banyak – banyaklah membaca buku.

Manis rasanya air jamu,
Karena manis banyak manfaatnya.
Buku ialah gudang ilmu,
Membaca buku yaitu kuncinya.

Luas terlihat langit biru,
Dipandang indah dari Madinah.
Hormati olehmu para gurumu,
Agar ilmumu mendapat berkah.

Pantun Nasehat

Pantun Nasehat

Cantik sekali kulit muka,
Bunga kecil banyak dihambur.
Tidak sembahyang juga puasa,
Tersiksa mayat di alam kubur.

Kera besar mengambil nangka,
Kaki keseleo terkena jerat.
Dengan orang tua berlaku durhaka,
Akan di siksa dunia akhirat.

Air mengalir didalam pipa,
Sarapan pagi sambil minum susu.
Sholat jangan kau lupa,
Kerjakan selalu dengan khusu’.

Ujung tombak ternyata rompal,
Tebang pohon di kebun dara.
Jika masalah sebesar kapal,
Kasih Allah lebih dari samudra.

Pergi berlibur ke Papua,
Barang – barang mesti dijaga.
Taat dan berbakti pada orang tua,
Itulah tanda calon penghuni surga.

Angin kencang datang mendera,
Pohon bambu seperti menari.
Bacalah Quran jangan kau lupa
Quran bagai cahaya matahari.

Mengusung air dari perigi,
Untuk mandi rasanya dingin.
Kalau pohon menjulang tinggi,
Kencang pula terpaan angin.

Hingga petang tak dijemput,
Dekat ladang berpetak – petak.
Jika hanya menjadi rumput,
Relakan kalau terinjak-injak.

Buka puasa dengan salak,
Beli gula beli kurma.
Hilang kecantikan karena akhlak
Akhlak rusak tak ada guna.

Duduk bersandar di pinggiran,
Hendak akan berolahraga.
Kitabullah adalah tuntunan,
Sebagai jalan untuk menuju surga.

Baca Juga : Pantun Penutup Pidato

Pantun Anak – Anak

Pantun Anak Anak

Coba lihat buah kelapa,
Ambil banyak dalam keranjang.
Alangkah senang bermain sepak bola,
Tak terasa hari sudah mulai petang.

Kayu ukir dibuat jadi meja,
Sangat keras anti lemah.
Bermain boleh – boleh saja,
Kalau sore segera pulang ke rumah.

Jalan-jalan ke pulau madura,
Naik kereta berjejal-jejal.
Belajar dari pengalaman yang lebih tua,
Agar jangan jadi menyesal.

Sangat harum kayu gaharu,
Dahan kecil digotong ringan.
Yang baik cobalah kau tiru,
Yang buruk – buruk dipakai jangan.

Pantun Menghormati Orang Tua

Pantun Orang Tua

Burung nuri terbang ke rawa,
Turut pula burung merpati.
Hormatilah selalu orang tua,
Perintahnya mari kita turuti.

Tiang bendera cepat tegakkan,
Akan banyak pemanjat pinang.
Jadilah anak yang selalu membanggakan,
Orang tua akan merasa sangat senang.

Siang hari saatnya makan,
Cuci tangan pakai air sumur.
Jika orang tua kalian utamakan,
Insyaallah hidup kalian makmur.

Malam hari amatlah sepi,
Ada orang mencari karang.
Kasih Ibu tak ada bertepi,
Dari kecil selalu di sayang.

Anak kecil jalan dituntun,
Kalau menangis kasihlah roti.
Berkata dengan sopan dan santun,
jaga lisan jangan sampai menyakiti.

Baca Juga : Pantun Perkenalan

Kesimpulan

Demikian pembahasan lengkap mengenai makalah tentang Pantun Bersajak AB AB beserta contohnya. 

Semoga Bermanfaat.

close